MONERA - WordPress.com

MONERA - WordPress.com

MONERA Archaebakteria & Eubacteria B. Materi C. Latihan MONERAMONERAMONERAMONERAMONERAMO A. SK- KD SK- KD

Standar Kompetensi 2. Memahami prinsipprinsip pengelompokan makhluk hidup Kompetensi Dasar Mendeskripsikan ciriciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan

PETA KONSEP CIRI- CIRI MONERA Tidak memiliki membran inti ( prokriotik ) tidak memiliki mitokondria, lisosom, badan golgi, dan retikulum endoplasma berkembang biak dengan pembelahan langsung (mitosis) Berdasarkan perbedaan pada DNA Ribosom , Monera dibedakan menjadi archaebakteria dan eubacteria

A. ARCHAEBACTERIA Ciri ciri : a. b. c. d. e. Tidak punya peptidoglikan. Tidak Dapat diwarnai dengan pewarnaan Gram. Lipida pada membran sel bercabang Mampu hidup dilingkungan yang ekstrim. Dianggap sebagai nenek moyang bakteri

sekarang ini. KELOMPOK ARCHAEBACTERIA 1. Bakteri Metanogen Baktrei yang manghasilkan metana dari gas hydrogen dan karbon dioksida. 2. Bakteri halofil Hidup pada lingkungan dengan kadar garam tinggi. 3. Bakteri termoasidofil Hidup dilingkungan yang panas dan asam. B. EUBACTERIA

Ciri-ciri : dinding sel tersusun dari peptidoglikan. Eu ( sejati ) Bacteria ( bakteri ) = bakteri sejati. Bakteria = bakterion = batang kecil. Penemu : Anthony Van Leuwenhook Jenis : ratusan ribu spesies Ukuran 0,12 200 mikrometer Umum ditemukan di alam bebas KLASIFIKASI EUBACTERIA 1. Cyanobacteria ( Ganggang biru ) Berklorofil.

Cyanobacteria dalam bentuk benang punya 3 bagian : Heterokista : diding tebal untuk mengikat nitrogen. Akinet : Sel dinding tebal untuk mempertahankan diri. Baeosit : sel bulat kecil hasil reproduksi Peranan Positif Beberapa contoh ganggang biru yang menguntungkan, antara lain, Gloeocapsa, Nostoc, dan Anabaena yang dapat

menangkap nitrogen di udara. Merupakan sumber protein yang bergizi tinggi, yaitu Spirulina. Peran Negatif Beberapa contoh ganggang biru yang merugikan adalah Anabaena flosaquae dan Microcytis yang menyebabkan kematian makhluk hidup dalam air. Ganggang biru yang menempel pada tembok atau batu dapat menyebabkan pelapukan KLASIFIKASI EUBAKTERIA 2. Proteobacteria

Kelompok terbesar bakteri. Terbagi dalam 3 kelompok ; Bakteri ungu, Proteobacteria kemoautotrof, proteobakteria kemoheterotrof. 3. Spirochetes Bentuk spiral. Punya struktur filament aksial, fungsi untuk membuat gerakan memutar. 4. Chlamydias Hanya bersifat parasit 5. Bakteri gram positif Bisa membentuk endospora. BAKTERI Ciri ciri :

bersel satu yang berukuran sangat kecil dan mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Bakteri dapat berbentuk batang, spiral, atau bola.

Ukuran bakteri yang paling besar kira-kira 100 mikron. Ada pula yang kurang dari 1 mikron dan yang terkecil kira-kira berukuran 0,1 mikron (1 mikron = 0,001 mm). BAKTERI

Berdasarkan sumber zat makanannya, bakteri dibagi menjadi bakteri autotrof dan heterotrof. Bakteri heterotrof terbagi menjadi bakteri saprofit dan parasit. Berdasarkan kebutuhan

oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob. STRUKTUR BAKTERI STRUKTUR UTAMA Dinding sel Fungsi : pelindung dan pembentuk bakteri. Tersusun dari peptidoglikan ( protein dan polisakarida ). Berdasarkan ketebalan peptidoglikan maka bakteri dibagi menjadi 2 :

Bakteri gram positif. Peptidoglikan tebal, berwarna ungu pada pewarnaan gram. Bakteri gram negative. Peptidoglikan tipis, berwarna merah atau merah muda pada pewarnaan gram. STRUKTUR UTAMA Membran plasma Tersusun dari ( fosfolipid dan protein ). Fungsi

: mengatur pertukaran zat. Sitoplasma Cairan sel yang tidak banyak organel. Mengandung : ribosom, DNA, dan granula penyimpanan. Ribosom Fungsi sintesis protein. STRUKTUR UTAMA DNA Fungsi pembawa informasi genetik Granula penyimpanan Untuk penyimpanan cadangan makanan.

STRUKTUR TAMBAHAN Kapsul atau lapisan lendir Jika lapisan tebal disebut kapsul. Jika tipis disebut lapisan lendir. Tersusun dari : polisakarida dan air Fungsi : Untuk melekat pada permukaan Mempertahankan diri dari sel fagosit Melindungi sel bakteri saat mengalami kekeringan. STRUKTUR TAMBAHAN

Flagelum Flagela ( bulu cambuk ) tersusun dari protein. Berdasarkan jumlah dan letak flagel, bakteri dibagi beberapa jenis. Monotrik Atrik Lofotrik Amfitrik Peritrik Fungsi flagel sebagai alat gerak. Klorosom Struktur yang mengandung klorofil

. STRUKTUR TAMBAHAN Pilus dan fimbria. Lebih pendek dari flagellum. Fungsi penghubung saat konjugasi. Struktur ini hanya ada pada gram negative. Fimbria lebih pendek dari pilus. Vakuola gas Terdapat pada bakteri yang hidup diair dan melakukan fotosintesis. Endospora Bentuk istirahat dari bakteriu gram positif,

jika lingkungan tidak menguntungkan. BENTUK BAKTERI BENTUK BAKTERI 1. Kokus ( Bulat ) a) Monococcus, tersusun satu-satu. Contoh: Monococcus gonorhoe. b) Diplococcus, bergandengan dua-dua. Contoh: Diplococcus pneumoniae. c) Tetracoccus, bergandengan empatempat. d) Sarcina, bergerombol membentuk kubus.

e) Staphylococcus, bergerombol membentuk buah anggur. Contoh: Staphylococcus aureus. f) Streptococcus, bergandengan membentuk rantai. BENTUK BAKTERI 2. Basil ( Batang ) a) Diplobacillus, bergandengan dua-dua. Contoh: Salmonella typhosa. b) Streptobacillus, bergandengan membentuk rantai. Contoh: Azetobacter. c) Monobacillus, tunggal (satu-satu). Contoh:

Eschericia coli. 3. Spiral (spirillum) bentuk spiral (lengkung), dibedakan atas: a) Vibrio (bentuk koma), lengkung kurang dari setengah lingkaran. Contoh: Vibrio cholerae. b) Spiral, lengkung lebih dari setengah lingkaran. Contoh: Spirochaeta pallidum. KLASIFIKASI BAKTERI Bakteri heterotrof Makananya berupa senyawa organic dari organisme lain. Bakteri saprofit.

Mengambil sisa makanan dari sisa organisme atau produk organisme. Bakteri parasit Memperoleh makanan dari inangnya. KLASIFIKASI BAKTERI Bakteri autotrof Bisa membuat makanan sendiri. Bakteri fotoautotrof Mengguinakan cahaya untuk mengsintesis makanan. Punya pigmen klorofil dan karoten. Bakteri kemoautotrof

Menggunakan energi kimiauntuk mengsintesis makanan melalui proses oksidasi. KLASIFIKASI BAKTERI Berdasarkan kebutuhan akan oksigen bakteri dibedakan menjadi : Bakteri Aerob Bakteri yang butuh oksigen Bakteri Anaerob Tidak butuh oksigen. Prosesnya bernama fermentasi. Bakteri anaerob obligat

Tidak butuh oksigen sama sekali Bakteri anaerob fakultatif Hidup tanpa atau ada oksigen. REPRODUKSI Aseksual dengan pembelahan biner Seksual dengan rekombinasi genetic. Rekombinasi genetic dilakukan dengan 3 cara, yaitu ;

Transformasi DNA tambahan dari DNA bebas Transduksi DNA tambahan dari DNA yang dibawa organisme lain Konjugasi DNA tambahan dari bakteri lain. PERAN POSITIF Pembusukan atau penguraian Pembuatan makanan dan minuman hasil

fermentasi. Acetobacter ( asam cuka ) Lactobacillus bulgaricus ( Yoghurt ), Acetobacter xilinum ( nata de coco ) Lactobacillus casei ( keju dan yoghurt ) Pengikat nitrogen dalam siklus nitrogen Penelitian rekayasa genetika Bakteri saprofit anaerob dimanfaatkan untuk pembuatan gas bio atau biogas. PERAN POSITIF Bakteri penyubur tanah:

a) Rhizobium leguminosarum bersimbiosis pada akar tanaman kacang-kacangan dan dapat mengikat nitrogen. Azetobacter, Chlorococcum, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum yang hidup bebas dan dapat mengikat nitrogen. b) Nitrosomonas dan Nitrosococcus, dapat mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobacter, dapat mengubah nitrit menjadi nitrat. Bakteri penghasil antibiotik: a) Streptomyces griceus, penghasil streptomisin. b) Stretomyces aureofacien, penghasi aureomisin. c) Streptomyces venezuele, penghasil kloramfenikol.

PERAN NEGATIF Pembusukan makanan a) Acetobacter: merubah etanol (alkohol) menjadi asam cuka sehingga merugikan perusahaan anggur. b) Pseudomonas: membentuk asam bongkrek (racun) pada tempe bongkrek. c) Clostridium botulinum: penghasil racun makanan

Penyebab penyakit pada manusia a) Mycobakterium tuberculosis ( TBC ), b) Vibrio Cholerae ( Kolera / muntaber ), c) Clostridium tetani ( Tetanus ) d) Mycobakterum leprae ( Lepra ) e) Salmonella typhosa ( Tifus ), f) Neiseria meningitidis ( meningitis ), g) Neisseria gonorrhoeae ( kencing nanah ) PERAN NEGATIF Penyebab penyakit pada hewan

a) Bacillus anthracis ( Antraks ) b) Actynomices bovis: bengkak rahang pada sapi. c) Bacillus anthraxis: penyakit antraks pada ternak. d) Streptococcus: radang payudara sapi. e) Cytopage columnaris: penyakit pada ikan. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya a) Xanthomonas oryzae: menyerang pucuk batang padi.

b) Xanthomonas campestris: menyerang tanaman kubis. c) Pseudomonas solanacearum: layu pada terungterungan. d) Erwina carotovora: busuk pada buah-buahan. PENANGGULANGAN BAKTERI Pengawetan dan pengolahan makanan. Dengan cara pemanisan, pengeringan, pengasapan, pengasaman, pengasinan dan pendinginan.

Pasteurisasi adalah pemanasan dengan suhu 63 70 C selama 15-30 menit. Sterilisasi adalah pemanasan dengan menggunakan udara panas atau uap air bertekanan tinggi.

Imunisasi / Vaksinasi Vaksin kolera, vaksin tifus, Vaksin BCG, Vaksin DPT ( Diphteria, Pertusiss, Tetanus ) PEWARNAAN GRAM Pada tahun 1884 Christian Joachim Gram, seorang ahli bakteriologi asal Denmark menemukan teknik Gram Stain (pewarnaan gram).

Sel bakteri diwarnaidengan kristal violet atau pewarna ungu dan kemudian dicuci dengan alkohol atau aseton. Bakteri yang warna ungunya tidak luntur disebut bakteri gram positif. Adapun bakteri yang warna ungunya luntur disebut bakteri gram negatif.

ANTRAKS Penyakit Antraks termasuk kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (Zoonosis). Penyakit ini paling sering menyerang ternak herbivora terutama sapi, domba, kambing dan selalu berakhir pada kematian. Pada manusia dilaporkan tingkat kematian mencapai 18 persen (dari 100 kasus, 18 penderita meninggal). Penyebab antraks adalah bakteri Bacillus

anthracis. Bakteri ini bersifat aerob, memerlukan oksigen untuk hidup. Hewan tertular akibat memakan spora yang menempel pada tanaman yang dimakan. ada empat tipe antraks yaitu antraks kulit, antraks usus (pencernaan), antraks paru (pernapasan) dan antraks otak. Antraks otak terjadi jika bakteri terbawa darah masuk ke otak. Masa inkubasi antraks kulit sekitar dua sampai lima hari. Mula-mula kulit gatal, kemudian melepuh

yang jika pecah membentuk keropeng hitam di tengahnya. Di sekitar keropeng bengkak dan nyeri. Pada antraks yang masuk tubuh dalam 24 jam sudah tampak tanda demam. Mual, muntah darah pada antraks usus, batuk, sesak napas pada antraks paru, sakit kepala dan kejang pada antraks otak. Jika tak segera diobati bisa meninggal dalam waktu satu atau dua hari.

Pencegahan terhadap penularan penyakit ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu: a. Pendidikan kesehatan b. Meningkatkan hygiene pribadi c. Penggunaan masker dan alat-alat pengaman

d. Vaksinasi e. Meningkatkan daya tahan tubuh. LEPRA Lepra (penyakit Hansen) adalah infeksi menahun yang terutama ditandai oleh adanya kerusakan saraf perifer (saraf diluar otak dan medulla spinalis), kulit, selaput lendir hidung, buah zakar (testis) dan mata. Penyebab Bakteri Mycobacterium leprae Cara penularan lepra belum diketahui secara pasti.

Penyakit yang terjadi bisa ringan (lepra tuberkuloid) atau berat (lepra lepromatosa). Penderita lepra ringan tidak dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. Bakteri penyebab lepra berkembangbiak sangat lambat, sehingga gejalanya baru muncul minimal 1 tahun setelah terinfeksi (rata-rata muncul pada tahun ke-5-7). Lepra tuberkuloid ditandai dengan ruam kulit berupa 1 atau beberapa daerah putih yang datar.

Daerah tersebut bebal terhadap sentuhan karena mikobakteri telah merusak sarafsarafnya. Pada lepra lepromatosa muncul benjolan kecil atau ruam menonjol yang lebih besar dengan berbagai ukuran dan bentuk. Terjadi kerontokan rambut tubuh, termasuk alis dan bulu mata Mycobacterium leprae adalah satu-satunya bakteri yang menginfeksi saraf tepi. Kemampuan untuk merasakan sentuhan, nyeri, panas dan dingin menurun, sehingga

penderita yang mengalami kerusakan saraf tepi tidak menyadari adanya luka bakar, luka sayat atau mereka melukai dirinya sendiri. Kerusakan saraf tepi juga menyebabkan kelemahan otot yang menyebabkan jari-jari tangan seperti sedang mencakar dan kaki terkulai. Penderita lepra lepromatosa dapat menjadi impoten dan mandul, karena infeksi ini dapat menurunkan kadar testosteron dan jumlah sperma yang dihasilkan oleh testis.

Antibiotik dapat menahan perkembangan penyakit atau bahkan menyembuhkannya. KOLERA Kolera adalah suatu infeksi usus kecil karena bakteri Vibrio cholerae. Bakteri kolera menghasilkan racun yang

menyebabkan usus halus melepaskan sejumlah besar cairan yang banyak mengandung garam dan mineral. Kolera menyebar melalui air yang diminum, makanan laut atau makanan lainnya yang tercemar oleh kotoran orang yang terinfeksi. Pada kasus yang berat, diare menyebabkan kehilangan cairan sampai 1 liter dalam 1 jam. Kehilangan cairan dan garam yang berlebihan menyebabkan dehidrasi disertai rasa haus yang hebat, kram otot, lemah dan penurunan produksi air kemih.

Banyaknya cairan yang hilang dari jaringan menyebabkan mata menjadi cekung dan kulit jarijari tangan menjadi keriput. Jika tidak diobati, ketidakseimbangan volume darah dan peningkatan konsentrasi garam bisa menyebabkan gagal ginjal, syok dan koma. Yang sangat penting adalah segera mengganti kehilangan cairan, garam dan mineral dari tubuh Lebih dari 50% penderita kolera berat yang tidak diobati meninggal dunia. TETANUS

Tetanus (lockjaw) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani. Disebut juga lockjaw karena terjadi kejang pada otot rahang. Yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala infeksi adalah racun yang dihasilkan oleh bakteri, bukan bakterinya. Gejala yang paling sering ditemukan adalah kekakuan rahang. Gejala lainnya berupa gelisah, gangguan menelan, sakit kepala, demam, nyeri tenggorokan, menggigil, kejang otot dan kaku kuduk, lengan serta tungkai. Penderita bisa mengalami kesulitan dalam membuka

rahangnya (trismus). Kejang pada otot-otot wajah menyebabkan ekspresi penderita seperti menyeringai dengan kedua alis yang terangkat Gangguan-gangguan yang ringan, seperti suara berisik, aliran angin atau goncangan, bisa memicu kekejangan otot yang disertai nyeri dan keringat yang berlebihan. Selama kejang seluruh tubuh terjadi, penderita tidak dapat berbicara karena otot dadanya kaku atau terjadi kejang tenggorokan. Hal tersebut juga menyebabkan gangguan pernafasan sehingga

terjadi kekurangan oksigen. Tetanus juga bisa terbatas pada sekelompok otot di sekitar luka. Kejang di sekitar luka ini bisa menetap selama beberapa minggu. Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotik tetrasiklintetrasiklin dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut Tetanus memiliki angka kematian sampai 50%. Kematian biaanya terjadi pada penderita

yang sangat muda, sangat tua Mencegah tetanus melalui vaksinasi adalah jauh lebih baik daripada mengobatinya. Pada anak-anak, vaksin tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Setiap luka (terutama luka tusukan yang dalam) harus dibersihkan secara seksama karena kotoran dan jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri Clostridium tetani.

TBC Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia. Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret

1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP) Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di

dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Gejala sistemik/umum a) Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadangkadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. b) Penurunan nafsu makan dan berat badan. c) Batuk-batuk selama lebih

dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). d) Perasaan tidak enak (malaise), lemah. Gejala khusus a) Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.

b) Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paruparu), dapat disertai dengan keluhan sakit dada. c) Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah. d) Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang. TYPHUS Penyebabnya adalah Salmonella typhi Gejalanya berupa demam dengan suhu

tinggi (40 C), seringkali meracau dan gelisah (delirium), lemah, apatis, anoreksia, dan sakit kepala, ada yang mengalami diare tetapi umumnya mengalami konstipasi. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan higien pribadi, perbaikan sumber air untuk keperluan rumah tangga, peningkatan sanitasi lingkungan khususnya perbaikan cara pembuangan feses manusia serta pemberantasan tikus dan lalat.

DISENTRI Disebabkan oleh bakteri Shigella dysenteriae Gejala yang biasanya datang mendadak berupa demam, sakit perut bagian bawah, diare, fesenya cair, bercampur lendir dan darah. Pada penyakit yang berat dapat disertai muntah, dehidrasi, kolaps, bahkan menyebabkan kematian. Penularan adalah lewat feses penderita. Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan minuman, peningkatan sanitasi lingkungan dan pribadi.

PES Disebabkan oleh Pasteurella pestis (Yersenia pestis) Penyakit pes adalah penyakit yang menyerang binatang pengerat, tetapi dapat menular pada manusia dengan perantaraan gigitan kutu tikus yang disebut Xenopsylla cheopis. Gejalanya adalah demam dan menggigil. Bakteri akan ikut dengan aliran limfa sementara tubuh mengerahkan leukosit sehingga kelenjar limfa regional akan membengkak dan sakit. Pembengkakan ini disebut bubo yang sering kali

pecah dan mengeluarkan nanah. Pencegahan dilakukan dengan mengisolasi pasien dalam kamar tersendiri agar tidak menulari orang yang sehat, peningkatan sanitasi dan untuk memberantas kutu-kutunya, serta vaksinasi. GONORRHOEA Disebabkan oleh Neisseria gonorrhoea Gejala penyakitnya adalah kencing bernanah. Pada wanita penderita yang kronis dapat menyebabkan tertutupnya saluran telur. Bayi

yang dilahirkan oleh ibu penderita penyakit ini matanya menjadi bengkak, bernanah yang dan dapat menyebabkan kebutaan. Untuk mencegah neonatal gonorrhoea ophtalmia pada mata bayi yang baru lahir adalah dengan diteteskan larutan penicillin 10.000 unit dalam aqua atau larutan perak nitrat 1% atau erythromycin 0,5% atau MENINGITIS Disebabkan oleh Neisseria meningitides Meningitis adalah radang selaput otak.

Bila daya tahan tubuh menurun, bakteri ini dapat menyebabkan pharyngitis bahkan pneumonia. Gejala meningitis awalnya mirip flu, demam tidak begitu tinggi, sakit kepala, tenggorokan kering, kaku kuduk, dan lesu. Semoga Allah memberi Ilmu yang bermanfaat Bagi yang memperhatikan

Recently Viewed Presentations